Asean Youth Energy Summit merupakan acara tahunan yang diadakan oleh Organisasi Energy Carta yang berbasis di Singapura. Acara ini terdiri dari tiga bagian, yaitu Energy Trail, Changing The Game (CTG), dan International Conference yang diadakan di National University of Singapore (NUS) pada Maret 2015 lalu. Asean Youth Energy Summit berfokus pada isu-isu energi berkelanjutan. Terbuka untuk pemuda dari negara-negara Asean, mencakup topik seperti efisiensi energi dan sumber energi terbarukan saat ini dan masa depan. Puncak acara yaitu pada Changing The Game dengan menggunakan batu bata Lego untuk permodelan permainan kebijakan energi. Setiap pemain merupakan pemangku kepentingan yang terdiri dari Pemerintah, LSM, Masyarakat Sekitar dan Industri. Menara LEGO yang digunakan untuk mewakili permintaan energi dan pasokan berbagai sektor. Tim menerapkan strategi untuk membentuk masa depan energi suatu daerah. Pada acara ini dihadiri beberapa mahasiswa yang merupakan delegasi dari tiap Negara Asia Tenggara. Mereka berasal dari Singapura, Malaysia, Laos, Thailand, Kamboja dan Filipina, serta delegasi undangan dari China dan Amerika Serikat.

Indonesia sendiri mengirimkan sembilan (9) delegasi terpilih melalui rekomendasi Energy Carta yang berasal dari beberapa Perguruan Tinggi terbaik di Indonesia. Diantaranya, Afrizal Faisal Ali (Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret), Anton Frian Yohanes (Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember), William Alex Ginardy Lie (Teknik Mesin Universitas Kristen Petra Surabaya), Siti Nisrina Hasna (Agronomi Universitas Padjajaran), Ditta Nisa Rofa (Psikologi Universitas Gadjah Mada), Nofalia Nurfitriani (Pertanian Universitas Padjajaran), Rahayu Damayanti (Biologi Universitas Diponegoro), Elda Dheiva Amelinda (Biologi Universitas Diponegoro), dan Qistina Satriavi (Manajemen Universitas Batam). Kami dipecah dan bergabung dengan beberapa delegasi dari Negara lain untuk mendiskusikan solusi ketahanan energi kedepannya. Disini generasi pemuda Indonesia memainkan pioneer sebagai pencetus ide atau pemberi wawasan bagaimana solusi untuk energi kedepannya, agar masyarakat bisa move on dari energi fosil menjadi konsumen energi terbarukan. Disatu sisi disinilah peran saya sebagai delegasi dari Universitas Sebelas Maret, dimana membawa visi UNS menjadi World Class University, saya berdiskusi dan bertukar pikiran dengan delegasi dari berbagai negara mengenai energi terbarukan dan kehidupan kampus saya, serta bertukar kartu nama sebagai networking agar saling mengenal satu sama lain. Saya rasa mahasiswa UNS harus menjadi main role dalam segala event, khususnya event internasional. Kita buktikan bahwa UNS memang yang terbaik dan patut diperhitungkan. Harapan kedepannya, UNS harus sebanyak mungkin mengirimkan delegasi terbaik mereka untuk menghadiri event kelas internasional, sebagai bentuk visi World Class University agar mereka yang diluar tahu bahwa kita ada, kita bisa, dan kita siap bersaing. Terakhir, ada satu kekuatan tak terlihat dari sebuah pencapaian. Kekuatan paling ikhlas yang akan membuat kita tetap sehat ditengah sakit, senang dikala sulit, tetap hangat disaat dingin dan menopang kita disaat jatuh. Buktikan bahwa mahasiswa UNS siap bersaing di level internasional dan membantu UNS untuk mencapai impian World Class University.

Comments

comments